Prahara Ahok, Al-Maidah, & MUI.

*copas = cantumkan sumber .
if u don't want someone to copy your content ,
so don't copy others and make it yours .
show your respect*



dalam 2 bulan terakhir ini banyak banget berita yg jadi trending topic. dimulai dari konspirashit Flat Earth, sidang Jessica sianida, Dimas Kanjeng, sampe masalah keluarga motivator kondang itutuh. nah beberapa hari/minggu terakhir, ada nih yg lagi HHHHOOOTTTT!!! dan sayang untuk dilewatkan hahahaha.. ini beritanya si Ahok, yg katanya dalam salah satu video yg udah dipotong (intinya) umat Islam tuh dibohongin ama QS. Al-Maidah: 51 yg berbunyi,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu);
sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.
Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang zalim.."
[QS. Al-Maidah: 51]

jadi apa bener Ahok bilang kayak gitu? wah parah banget, gue juga sebagai orang Islam bakal naik darah. tapi sebagai manusia yg dikasih akal ama Tuhan alangkah baiknya kroscek dulu kebenarannya kali ya, media itu terkadang jahat! hahaha..

situasi yg sekarang ini tuh sama kayak jamannya Imam Ali, waktu beliau masih menjabat sebagai Khalifah. ada cerita beliau waktu lagi dalam situasi penistaan Al-Qur'an juga. waktu itu beliau ngehadapin kelompok Khawarij, alias pembangkang. Khawarij itu dikenal dengan kemampuannya bolak balikkan tafsir Qur'an sesuai kepentingan nafsu kelompoknya. Abdullah bin Umar terkait kelompok Khawarij ini mengatakan, "Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir lantas mereka terapkan untuk menyerang orang-orang beriman" [Kitab Shahih Bukhari Jilid: 4 Halaman: 197]. jadi konteks "membohongi pakai ayat" itu memang sudah ada dari sejak jaman dulu, tercatat di sejarah Islam. dan secara gak langsung Ahok juga jadi mengingatkan kembali ke kita tentang kelompok Khawarij ini.

oke deh kesampingkan dulu soal Ahok, pertama kita berbicara soal pemimpin non-Muslim di kalangan umat Muslim. ini ada satu cerita menarik, simak dulu..

Hasdai bin Saphrut & Khalifah Umayyah

dalam sejarah kekhalifahan Islam, ada orang non-Muslim yg pernah diangkat jadi pemimpin (jabatannya itu kalo sekarang setara ama Perdana Mentri) untuk ngadain delegasi kekaisaran yg ada di waktu itu. namanya Hasdai bin Saphrut, dilantik ama Abdurrahman III. dia pernah ditugaskan buat jadi pemimpin delegasi untuk ngewakilin kekhalifahan Cordoba buat ngelakuin berbagai negosiasi yg gak gampang ama pihak asing.

Khalifah Umayyah, yg waktu itu udah 20 tahun pisah dari Baghdad, tertarik ngadain kerja sama strategi ama kaisar Byzantium di Konstantinopel. kerajaan Kristen Timur yg berbahasa Arab punya musuh yg sama, yaitu kerajaan Abbasiyah di Baghdad yg dianggap jadi ancaman kedua bagi kekhalifahan Umayyah. akhirnya pertemuan antar dua negara itu berlangsung di tempat mewah di Andalusia yg namanya Madinah Al-Zahra.. Dalam perundingan itu, Hasdai sukses untuk kerjasama ama Byzantium. dari situ lah Hasdai akhirnya jadi duta Bani Umayyah di setiap perundingan ama negara" lain..

Selain jadi duta khalifah Umayah, Hasdai juga kadang dikasih tugas untuk bikin ensiklopedia medis buat diserahkan ke perpustakaan di Cordoba. gak jarang juga Hasdai minta bantuan ke Uskup dari Konstantinopel untuk terjemahkan bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. selain Hasdai, ada juga di Khalifah Umayah jadikan orang Kristen yg namanya Rabi bin Ziyad jadi duta ngewakilin Khalifah Umayah ke istana Otto I. hasil delegasinya, istana Otto ngasih hadiah berupa air mancur buat di taroh di istana Madinah Al-Zahra..

(Hasdai bin Saphrut)

dari cerita di atas, walaupun Hasdai & Ziyad yg bertugas sebagai pemimpin delegasi itu orang Kristen, apa mereka ngebuat masalah sampai kekhalifahan Umayyah hancur & Islam terpuruk? tugas mereka gak gampang, bertemu delegasi" dari kerajaan lain yg andaikan mereka jahat bisa aja info rahasia dari khalifah Umayyah di bocorkan.. tapi enggak, justru mereka bawa nama baik khalifah Umayyah ke setiap negara yg di kunjungin.

Kontekstual QS. Al-Maidah: 51

nah, trus gimana ama isi dari surat Al-Maidah: 51 yg melarang kita untuk milih pemimpin non-Muslim (Yahudi & Nasrani)? sebenernya ormas" / siapapun yg mengharamkan pemimpin non-Muslim juga gak punya konsep yg jelas mengenai 'pemimpin' itu sendiri. apa yg di haramkan jadi pemimpin non-Muslim tingkatan RT, RW, Camat, Lurah, Gubernur atau Presiden? 'pemimpin' itu juga punya definisi yg banyak, mungkin jangan pilih pemimpin non-Muslim buat orang Islam ya suami untuk istrinya, atau bisa juga ulama untuk umatnya. gak lucu kan, orang Kristen jadi penceramah di sholat jum'at? tapi gimana kalo misal mimpin berbagai suku & agama dalam satu negara/wilayah, ngurusin administrasi daerahnya, solusi untuk kota-nya, atau tata letak kota dsb kayak Ahok itu? sedangkan soal keyakinan & akhlak ataupun moral, urusan masing" rakyatnya?

kembali ke QS. Al-Maidah:51, itu kalo dipahami secara kontekstual juga sebenernya surat tentang larangan dalam situasi peperangan, yaitu larangan jadikan non-Muslim jadi sekutu/aliansi/teman deket apalagi pemimpin waktu dalam situasi perang ama mereka. itu dilarang karna bakal jadi pembocor rahasia umat Islam mulai dari soal logistik, rahasia jumlah pasukan, bahkan sampai strategi perang. kalian bisa cek sendiri disini ~> QS. Al-Maidah, silahkan baca 120 ayat itu & pahami konteks-nya secara keseluruhan.

jadi interpretasi tekstual itu bagi kita yg ngartiin Qur'an lewat tulisan itu aja, mengira-ngira. sedangkan yg kontekstual, di artikan berdasarkan pertimbangan sejarah dari turunnya ayat tsb. sejarah" turunnya ayat Qur'an itu dicatat tersendiri di kitab yg namanya Asbabun Nuzul. gak ada satupun kitab" tafsir mengartikan QS. Al-Maidah itu larangan memilih pemimpin non-Muslim dalam hal apapun.. artinya, larangan di QS. Al-Maidah itu bukan mutlak, tapi situasional. dalam suasana damai, ya kita gak dilarang temenan / punya pemimpin non-Muslim.. contohnya, ya temen" sekelas kita di kampus ada yg non-Muslim, kerja kelompok bareng atau bahkan dia jadi ketua kelompok.. bisa juga sekolah tempat kita menimba ilmu, wali kelas kita / kepala sekolahnya non-Muslim.. kalo udah ada dalam situasi gitu, apa iya kudu demo sendirian untuk nurunkan wali kelas / kepala sekolah kita sendiri dengan alasan isi dari QS. Al-Maidah: 51? beda cerita ama situasi perang, kalo waktu perang & beraliansi ama non-Muslim sama aja itu berkhianat ama umat Islam..

"Allah tidak melarang kamu untuk
berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama
dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berlaku adil"
[QS. Al-Mumtahanah: 8]

jangankan contoh diatas, Nabi Muhammad SAW aja pernah beraliansi ama kabilah Khuza'ah yg musyrik di Madinah, soalnya mereka gak memerangi kaum Muslim. Nabi juga pernah dilindungin ama Abu Thalib, trus minta perlindungan untuk para Sahabat ke raja Ethiopia. padahal, keduanya non-Muslim.. malah, salah satu mertua Nabi beragama Yahudi. karena di Qur'an sendiri, julukan 'kafir' itu di masa lalu diperuntukkan untuk kaum Quraisy, yg akhirnya turun QS. Al-Kafirun. sedangkan agama samawi lainnya, Yahudi & Nasrani, disebut Ahli Kitab.. dan waktu turunnya surah Al-Maidah, waktu itu di dalam Al-Qur'an sudah dikenal 4 golongan: Mukmin, Kafir (Quraisy), Munafik (Islam tapi minta perlindungan ma Quraisy untuk kepentingan materi), ama kaum Ahli Kitab (Yahudi & Nasrani).

dan tambahan, ini penjelasan Tafsir Ibn Katsir soal Asbabun Nuzul QS.Al-Maidah Ayat 51:

"Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai penyebab yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat yang mulia ini. As-Saddi menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang lelaki. Salah seorang dari keduanya berkata kepada lainnya sesudah Perang Uhud, "Adapun saya, sesungguhnya saya akan pergi kepada si Yahudi itu, lalu saya berlindung padanya dan ikut masuk agama Yahudi bersamanya, barangkali ia berguna bagiku jika terjadi suatu perkara atau suatu hal." sedangkan yang lainnya menyatakan, "Adapun saya, sesungguhnya saya akan pergi kepada si Fulan yang beragama Nasrani di negeri Syam, lalu saya berlindung padanya dan ikut masuk Nasrani bersamanya." Maka Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi 'awliya' (pemimpin) kalian....." (Al-Maidah: 51). hingga beberapa ayat berikutnya."

menafsirkan ayat memang harus dengan melihat Asbabun Nuzul, sebab dari turunnya ayat tsb. kalo kita hanya membaca dari terjemahan, itu namanya comot ayat. gak ada bedanya ama ISIS yg nyomot ayat" perang di Qur'an & hukuman mati di hadist lalu memberlakukannya di semua situasi. ada orang non-Muslim baik" dibunuhnya juga. Qur'an dan hadist itu bahan mentah, tergantung mau dibuat apa tergantung orangnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
"Manusia tidak berselisih bahwa balasan dari
perbuatan zalim adalah kebinasaan sementara
balasan dari sikap adil adalah kemuliaan.
Oleh karena itu diriwayatkan bahwa,
"Allah akan menolong negara yang adil sekalipun kafir,
dan akan membinasakan negara yang zalim sekalipun beriman"

mau contoh lainnya tentang pemimpin" non-Muslim di negara mayoritas Islam? nih mereka:


1. Boutros Boutros-Ghali - Mesir | mantan Sekjen PBB di tahun 1992-1997. penganut Kristen Koptik ini jadi Mentri Luar Negeri Mesir (90% Muslim) selama 14 tahun.
2. Michel Suleiman - Lebanon | penganut Kristen Manorite ini mantan presiden Lebanon 2008-2014.
3. Kamran Michael - Pakistan | Mentri Perhubungan Pakistan 2013-2016.
4. Februniye Akyol - Turki | penganut Kristen Ortodoks ini walikota Mardin, Turki (96,5% Muslim), dari tahun 2004 sampai sekarang.
5. Janet Mikhail - Palestina | penganut Kristen Katholik, mantan guru selama 20 tahun sekaligus walikota Ramallah, Palestina.
6. Ales Thomas Samaan - Bahrain | anggota Majelis Tinggi Parlemen di Bahrain, juga mantan Penasehat & Wakil Ketua Komite Jasa Bahrain.
7. Leopold Sedar Senghor - Senegal | Senegal dengan 95,4% Muslim pernah punya Presiden Kristen Katholik yg satu ini, selama 20 tahun.

"Hai orang-orang beriman,
janganlah kalian mengolok-olok kaum yang lain,
karena boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik
dari kalian yang mengolok-olok."
[Al-Hujurat: 11]

Quote Mining Video Ahok

kuy, kita kembali bahas soal Ahok. supaya makin pinter, kita kupas tuntas soal video-nya itu. disini gue berusaha amat sangat netral, walau untuk haters Ahok dengan tulisan ini otomatis gue dipandang sebagai Ahokers haha.. tapi gpp, kasih fakta yg sebenernya tuh terlihat lebih elegan daripada cuma tuduh menuduh tanpa bukti apalagi sampe caci maki.. don't worry about the haters, they're just angry because the truth we speak contradicts the lie they live.

kayak yg gue bilang di Facebook beberapa hari lalu ya, masih banyak Muslim di negeri ini yg katanya "melek teknologi" tapi masih aja bisa di bohongin media yg hobinya adu domba, fitnah, dan bikin kebakaran jenggot. gak bisa bedain mana media yg punya kredibilitas & mana yg abal".. di kasus Ahok ini, gue sebagai orang media (ceile) bisa ambil kesimpulan itu media abal" pake trik 'Quote Mining', mengutip/mengambil sebagian pernyataan seenaknya sampe akhirnya lepas dari konteks aslinya (dan cara ini emang JAHAT BANGET). padahal kalo diliat videonya secara full, gak ada sama sekali deh unsur merendahkan kitab suci.. yg ada tuh videonya di potong di bagian Ahok bahas ayat suci itu, media-nya bikin judul dengan konsep click bait, jeddeeeeer jadilah heboh & para reader Muslim terguncyang trus sibuk kafir mengkafirkan Ahok..

dan ternyata bener, tu video emang dipotong di moment yg pas banget waktu Ahok bilang "dibohongi Al-Maidah". kalimat lengkapnya tuh "jangan mau dibohongi PAKAI Al-Maidah: 51", kata 'pakai' itu yg di hilangkan. jadi kalo di tonton secara full, inti dari omongan Ahok itu jangan pake QS. Al-Maidah: 51 itu sebagai kepentingan politik. contoh, si Dimas Kanjeng Taat Pribadi sang pengganda uang itu maju Pilkada ngelawan Ahok, dan dia punya maksud tertentu yg efeknya bakal negatif ke rakyat (menggandakan utang negara). trus tim sukses Dimas Kanjeng bilang ke orang" Islam di Indonesia "kalo pilih Ahok berarti kafir lu! lu cari pemimpin itu yg Islam! lu liat Al-Maidah ayat 51!", gitu kira" analogi gila-nya.

tersangka utama yg berperan sebagai 'penyebar luas' video Ahok ini namanya Buni Yani, profesinya sekarang Dosen & katanya sih mantan jurnalis. waktu awal mula sebarin video itu, dia gak ada cantumkan sumber sama sekali, merasa bangga video-nya dapet respon luar biasa & di share puluhan ribu orang. lama kelamaan jadi viral, dan muncul isu bahwa ni orang mau dilaporkan polisi, akhirnya (mungkin takut sendiri) dia bikin status gini:


abis nyebarin fitnah, sekarang ngerasa difitnah & di zolimi.. welcome to Indonesia, dimana koruptor aja bisa pake pengacara & merasa terzolimi apalagi kayak ginian doang ya hahahaha.. jadi agak heran juga, katanya mantan jurnalis tapi masa jurnalis gampang kena provokasi & ngambil rujukan dari media abal" yg tiap hari isinya nyebar kebencian buat Ahok - Jokowi. ohya, ni orang kmaren tanggal 11 Oktober diundang ke ILC untuk konfirmasi perihal perbuatannya itu. gue nonton tadi pagi videonya, dan menarik jugaaa hiburan sambil sarapan haha.. disitu Buni Yani ngakuin kalo ada kata "pakai" yg emang dipotong, yg akhirnya jadi beda konteksnya.. sepele emang, tapi pemelintiran kata" gitu fatal kalo udah masuk di media masa.. ni Buni Yani juga kayaknya emang seneng adu domba, ketahuan dari sttaus facebooknya. jadi, siapa nih yg udah jadi jemaah cuci otak Buni Yani? cieee..





Apa Kata MUI?

reaksi MUI perihal Ahok yg katanya melecehkan Al-Qur'an ini (menurut gue pribadi) agak berlebihan banget.. salah satu ulama MUI (gatau namanya) bilang bahwa Ahok kudu dipotong kaki ama tangannya, trus usir dari negeri ini.. gue speechless waktu dengernya, ulama bisa sekejam itu ya pemikirannya, sekalipun Ahok dah minta maaf. dalam riwayat juga tercatat, marahnya Nabi Muhammad SAW aja diperlihatkan cuma dari butir" keringat di keningnya, gak ada sampe bunuh"an. dalam hal ini gue juga jadi keinget ama kasus Nurcahya Tandang, waktu menjelang pilpres 2014 kemaren. ada yg masih inget gak? kalo lupa/gak tau ya wajar, soalnya gak 'dibikin' booming.. secepat kilat case closed haha.


jadi waktu itu ibu hijabers ini ngajak orang" buat milih Prabowo (gue waktu itu sebagai pendukung Prabowo geli banget ngeliat ni orang).. dia juga bahas soal intervensi asing, negara dah dijual ke asing, pemimpin Komunis, dll.. pokoknya omongannya tuh sesuai opini-nya aja, seenaknya aja yg penting asoy. yg bikin kontroversi, perempuan lulusan S3 Ilmu Politik UGM ini bilang, ''...kita tidak hanya mendukung Bapak Prabowo, tetapi hanya visi besar Pak Prabowo sebagai titisan Allah SWT...", yak! jadi salah fokus ama kata "titisan Allah SWT", sejak kapan Allah SWT punya titisan? di QS. Al-Ikhlas aja udah jelas bahwa Allah SWT tidak beranak & tidak diperanakkan..

apa tanggapan MUI soal kasus Nurcahya ini?
1. "kalau dianggap bahaya sebaiknya videonya dihapus", Sinansari Ecip (Ketua Bidang Informasi Komunikasi MUI) di kantor KPI di Gedung Bapeten, Kamis (7/8/2014).
2. "ah enggak itu berlebihan, orang-orang pada stress", Muslich Mustoha (pengurus MUI) di TIM, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

bandingkan kuy. Ahok, videonya dipotong sampe keluar konteks, video full-nya padahal biasa" aja, kaki ama tangannya mau dipotong trus diusir dari negeri ini, ribuan ormas demo turun ke jalan, sampe" efeknya salah satu ustad kondang bapernas langsung bikin video nangis ala" Marshanda waktu labil dulu. Nurcahya, full videonya menebar kebencian, suudzon, lebih hebat lagi menghina Allah SWT dengan bilang Prabowo itu "titisan Allah SWT", MUI bersikap enteng & gak ada ormas yg demo turun ke jalan. jadi gak fair kalo cuma mempermasalahkan Ahok, bahkan Ahok sudah meminta maaf kalo emang ada yg tersinggung ama perkataannya.

jadi soal ini, daripada gak berimbang mending MUI gak usah ikut"-an ke ranah politik.. jaga nama baik Islam aja.. anggaran MUI itu juga dari APBN Indonesia yg penduduknya bukan cuma orang Muslim. gak sedikitpun juga MUI bikin fatwa soal Aa Gatot yg nyabu & mesum, atau Dimas Kanjeng si pengganda uang itu yg dimana mereka berdua itu bener" atas namakan Islam buat aksi mereka.. kemana MUI/Ormas Islam lainnya? apa udah terlalu sibuk ngurusin kafir" doang sampe" ada umat sendiri yg bobrok gak tau? If your religion requires you to hate other religion, you need a new religion, sir.

"Rasulullah SAW sama sekali bukanlah orang
yang suka mencela, bukanlah orang yang suka
melaknat, dan bukanlah orang yang memiliki
lisan yang keji."
[HR. Bukhari]

===============================================


jadi inti dari semua ini, kita bakal jadi umat yg berwawasan sempit (hipokrit) kalo terjebak dalam dogma yg salah.. karena di zaman modern ini kita orang yg bernegara ya harus jalin hubungan baik ama siapapun, gak peduli apa suku & agamanya.. ilmuwan" juga / pemimpin tim riset yg sama" perang & cari obat AIDS, TBC, Kanker, dll, mau agamanya apa yg penting yg terbaiklah yg jadi pemimpin, demi kemanusiaan. hasil dari riset mereka? kita" Muslim yg mungkin punya penyakit TBC atau kanker, bisa sembuh karna penelitian tim riset dari berbagai agama & negara tsb.

andaikan orang" Islam sekarang bilang pemimpin mereka non-Muslim & gak boleh jadi pemimpin, berapa pekerja di dunia ini yg Muslim & punya pemimpin non-Muslim kudu keluar dari pekerjaannya? trus kalo non-Muslim marah, apa jadinya semua perusahaan yg punya orang non-Muslim bikin pengumuman "orang Muslim tidak boleh kerja disini, pemimpinnya kafir"? belum lagi kayak guru kita waktu SD, SMP, SMA, Dosen atau profesor yg kita dapat banyak ilmu sains & sosial (kecuali ilmu agama) dari mereka & mereka ada yg non-Muslim.. apa semua ilmunya harus kita tolak cuma karna agamanya? atau contoh nyatanya gue nih, CEO gue Chinese Kristen, tapi orangnya baek banget & ngehormatin kita" yg Islam dalam waktu beribadah dsb (bahkan kalo lembur, pas jam sholat Maghrib disuruh sholat dulu).. Trus, kalo misal gue resign dari sini karna pemimpin gue non-Muslim, berani nanggung biaya hidup gue gak? Itulah diaa, dalam Al-Qur'an pun udah dijelaskan kalo kita semua ini juga pasti beda (Al-Maidah 5:72, At-Taubah 9:30, dll), tapi tetap jadi Muslim yg Rahmatan lil alamin, Humanis, Moderat, dan Toleransi..

Keinginan Tuhan tuh sederhana, jadilah jiwa yg baik yg mendatangkan kebaikan bagi sesama.. karna urusan dunia nih gak melulu soal Tuhan, tapi ke sesama manusia juga & semua harus berimbang.. Habluminallah (hubungan ke Allah), Habluminannas (hubungan ke manusia).. Islam itu juga konsisten dengan 2 prinsip: La Ikro Ha Fiddin (tidak ada paksaan dalam agama) & Lakum Dinukum Waliyadin (bagimu agamamu bagiku agamaku).

"Dan jika Tuhan-mu menghendaki, tentulah beriman
semua orang yang di muka bumi seluruhnya. maka apakah kamu (hendak)
memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya?
tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah,
dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang
yang tidak mempergunakan akalnya.."
 -[QS.Yunus : 99-100]-

di Islam emang gak mengenal Demokrasi untuk pilih pemimpin, tapi ini Indonesia dimana Pancasila & UUD yg mengatur. itu udah MUTLAK semenjak diatur oleh para founding father bangsa ini yg plural.. mengikuti Pancasila & UUD bukan berarti melupakan agama, karena emang jelas kalo Pancasila & UUD itu mengatur rakyat, agama mengatur individu.. soal iman, agama, akhlak, itu urusan masing" individu.. gak usah rempong ngurusin neraka orang lain kalo surga aja blom tentu bisa jadi tempat kita. jangan juga memecah belah NKRI dengan kata "kafir".. dulu Indonesia ini merdeka & berevolusi sampai jadi sekarang dibantu ama yg Cina, Pribumi, Islam, Kristen, Budha, Hindu, bahkan Yahudi.

apa tau ama Soe Hok Gie? atau Laksamana Muda (Purn) John Lie Tjeng Tjoan si salah satu pahlawan nasional Indonesia? ada pula Siauw Giok Tjhan pahlawan kemerdekaan yg bangga lahir & mati di Indonesia, Sie Kie Lien si pemuda 16 tahun yg berjuang bersama pejuang lainnya & tewas diterjang rentetan peluru Belanda, Djiaw Kie Siong pemilik rumah di Rengasdengklok tempat pembuatan naskah proklamasi, Letnan Kolonel (Purn) Ong Tjong Bing pejuang kemerdekaan di bidang medis yg ngerawat korban pertempuran 10 November 1945.


bagaimana dengan Yahudi? ada Charles Mussry, si tukang bengkel dari Surabaya yg ikut berjuang ama pejuang Indonesia lainnya sebelum kemerdekaan. ada guru Yahudi di sekolah nasionalis Kesatrian Institut di Bandung, namanya Johanna Petronella Mossel yg ikut berjuang dalam pergerakan nasional Indonesia. ada lagi John Cohen, si Yahudi anggota Partai Komunis Australia yg gabung ama divisi ke-7 tentara Australia ini dikirim ke Balikpapan untuk bertempur melawan Jepang, sampai akhirnya Indonesia merdeka (Australia mendukung penuh kemerdekaan Indonesia).

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja
di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah,
atau hari kemudian berbuat kebajikan (beramal saleh),
mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka,
tidak ada kekhawatiran terhadap mereka,
dan tidak (pula) mereka bersedih hati"
-[QS. AL-Baqarah 2:62]-

mereka dari lintas suku & agama, tapi semua berjuang nyata untuk kemerdekaan Indonesia yg akhirnya bisa kita nikmatin sekarang ini.. ya maen socmed sesuka hati, ngumpul" di sevel, atau maen game online seharian. betapa sedihnya andai mereka tau bahwa Indonesia sekarang masih aja ributin perihal suku & agama dan bisanya cuma koar" di social media.. pathetic.. saudara gak harus satu keyakinan. berbeda beda untuk 1 tujuan, kejayaan bangsa & negara Indonesia. siapa yg terbaik, jadilah pemimpin.. gak peduli apa suku & agamanya yg penting semua bisa terjalin harmonisasi yg indah, unity in diversity.. mau apapun agama & sukunya, bisa jadi saudara bahkan pemimpin & ngopi bareng.. ini bukan mitos, ini bisa terjadi kalo semua orang gak terlalu rempong ama keyakinan & suku orang lain.

dan ingat juga, Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita perihal 'kafir', dengan bersabda,

"Barangsiapa menyakiti Kafir Dzimmy,
maka Aku akan menjadi lawannya pada hari kiamat"
[HR. Muslim]

"Barangsiapa membunuh Kafir Mu'ahad, maka ia tidak akan
mencium bau surga, padahal harumnya surga di-dapati
dari jarak 40 tahun perjalanan"
[HR. Bukhari]

dan beberapa minggu lalu juga udah pada rame ya ormas" Islam anti-Ahok yg gelar demo besar"an di Jakarta & bbp kota lainnya (4 November 2016 mendatang juga), trus gak sedikit juga ada tokoh" masyarakat lainnya. setelah diliat-liat, beberapa orang" itu yg dulunya pernah ngehina Gus Dur, bikin gubernur tandingan, trus juga ormas" yg mau mendirikan Khilafah & anti-Pancasila. soal Ahok & Al-Maidah itu digiring sedemikian rupa, jadi isu utama yg tak berkesudahan. isu agama itu emang mudah, salah satunya ama peristiwa WTC 11 September 2001 itu. berkedok agama, padahal motifnya politik & ekonomi. jadi keinget juga ama katanya salah satu filsuf Muslim, Ibnu Rusyd,

"Jika ingin menguasai orang bodoh,
bungkuslah sesuatu yang bathil dengan agama."

dan yg ditakutkan lagi, masalah ini tuh jadi celah yg baik banget bagi para ekstrimis untuk ikut"an demo Ahok, padahal mereka tujuannya mau mecah belah NKRI. dari ribuan orang yg demo, gak ada yg tau kan di antara mereka ada nyelip ISIS, Syiah, dll? makanya, ati" aja.. hormati musuhmu, waspadai temanmu.. 1 munafik lebih berbahaya dari 100 kafir bung. belum lagi kalo ternyata demo" gitu ada campur tangan elit politik yg emang mau jatuhin Ahok menjelang Pilkada ini. ngeri kan, semua sudah tertata. semua cuma sibuk ama 'Ahok menistakan Al-Maidah', tapi bencana sesungguhnya masih tertutup rapat. ya, kalian cuma sibuk ama Ahok & Al-Maidah.

yah akhir kata, inti dari semua ini mungkin berhati-hati aja ama media.. media itu jadi jahat di tangan orang yg salah.. tugas kita, ya pinter" ngolah media itu.. jangan dimakan mentah", dikunyah dulu.. bahaya banget ayat Al-Qur'an dimaknai secara lepas dari konteksnya trus dipakai jadi alat kampanye untuk nyerang lawan politik. ini justru menodai kesucian & kemuliaan kitab suci itu sendiri.. Ahok juga sih gue pribadi ngeliatnya, dia gak lembut dalam bertindak & berkata-kata. tapi ya itu emang kelemahannya, dibalik kelebihannya yg tegas & ceplas ceplos. itu mending daripada politisi yg lugu, kalem, ramah, tapi tau" nyuri duit rakyat. semua ditipu dengan akhlak. itulah, Indonesia masih terjebak di pemahaman bahwa orang baik itu pastinya kalem, sopan santun, gak pernah marah, dsb. yang tingkah laku kayak Ahok dikatain kafir, wakil Indonesia yg jadi juara di Miss Grand Internasional 2016 dengan aurat terbuka dikatain murahan, atau menteri kelautan Susi yg tatoan & ngerokok di nyinyirin. itu faktanya, dan itu masalahnya.

-UPDATE (25/10/2016)-
hasil tafsir dari salah satu Mufassir terbaik Asia Tenggara,
Prof Dr M.Quraish Shihab soal Al-Maidah:51 ~> Tafsir Al-Maidah Quraish Shihab
Kemenag & Ulama-ulama juga udah angkat bicara + terjemahkan sesuai konteks.
yg masih permasalahin apalagi ampe demo, berarti baperan & emang
ada maksud terselubung :p mau bilang Kemenag dll xavier laknatuwloh
antek zionis remason winnie the pooh teletubbies?
serah lo dah.. haters gonna be hate & never learn how to love~


-UPDATE 03/11/2016-
menyikapi demo menuntut Ahok tanggal 4 November besok,
Ustadz Subhan Bawazier mengingatkan:
"berilmulah sebelum beramal".


-UPDATE 05/11/2016-
kemaren udah pada demo, tapi sayang tadi malem waktu Isya pada rusuh.. minimarket di Penjaringan dijarah & mobil" lewat pada di rusakin :( tapi gue yakin ini oknum" yg gak bertanggung jawab aja, soalnya gue liat rekaman videonya banyak yg pake baju" preman juga.. trus kayak yg gue bilang di atas, gak menutup kemungkinan di demo kmaren ada aliran" ekstrimis (ISIS, Syiah, dll) & yg rusuh smalem itu bisa jadi mereka" itu..



-UPDATE 07/11/2016-
habis Ahok di demo abis"-an 4 November kmaren, katanya wapres JK kasus Ahok bakal di proses dalam waktu 2 minggu ini. dan di internet juga lagi rame petisi untuk proses hukum juga Buni Yani, si provokator video Ahok itu. untuk ikutan petisinya, silahkan kesini ya ~> change.org . dan gue ngakak setengah mati ampe kejang" waktu liat Buni Yani juga galang petisi untuk gak proses hukum dia wakakakakakak.. sekarang juga kabarnya dia lagi disembunyikan di suatu tempat karna banyaknya ancaman yg diterima. gile, apa kabar Ahok ya yg nerima ancaman tiap hari & udah di demo ratusan ribu orang? gak ngumpet", minta maaf & siap diproses secara hukum.


LOL

-UPDATE 08/11/2016-
banyak yg beropini di video Ahok itu bahwa ada atau gak adanya kata 'pakai', tetep aja intinya Ahok menistakan agama. kata kuncinya tuh 'dibohongi', gak masalah ama kata pakai-nya (kata mereka sih). nah soal kalimat "dibohongi pakai ayat", ternyata bukan Ahok aja nih yg pernah bilang gitu, Habib Rizieq malah udah pernah duluan & kok gak ada yg demo :} Habib Rizieq bilang 'nipu umat pakai ayat' (0:34). antara 'nipu umat pakai ayat' ama 'dibohongi (pakai) Al-Maidah' konteksnya sama deh kayaknya. jadi piye dong??



"My religion is very simple.
My religion is kindness"

Share this:

3 komentar:

  1. mantap bung (Y) ijinkan saya share artikel ini ya :) biar masyarakat indonesia bisa hidup dan tentram. jangan hanya gara" penistaaan agama. indonesia bisa pecah nanti kedepannya :)

    BalasHapus