Ketika Plato & Socrates Berbicara Cinta ..

Plato (428 SM-348 SM) , Filosof Ternama , sampai akhir hidupnya beliau mengabdi penuh dalam bidang Filosofi bersama gurunya , Socrates ..



suatu hari , Plato bertanya pada gurunya ..
"apa itu cinta ? bagaimana aku bisa menemukannya ?"

gurunya menjawab ,"ada ladang gandum yang luas di depan sana .. berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali , kemudian ambillah satu saja ranting . jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan , artinya kamu telah menemukan cinta ..."

Plato pun berjalan , dan tidak seberapa lama , dia kembali dengan tangan kosong tanpa membawa apapun .
gurunya bertanya ,"mengapa kamu tidak membawa satupun ranting ?"

Plato menjawab ,"aku hanya boleh membawa satu saja , dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik) .. sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan , tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana , jadi tak kuambil ranting tersebut .. saat aku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi , baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi , jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya ...''

gurunya kemudian menjawab ,"ya , itulah cinta ... cinta itu semakin dicari , maka semakin tidak ditemukan . cinta adanya di dalam lubuk hati , ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih .. ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta , maka yang didapat adalah kehampaan .. tiada sesuatupun yang didapat , dan tidak dapat dimundurkan kembali .. waktu dan masa tidak dapat diputar mundur . terimalah cinta apa adanya ..."

di hari yang lain , Plato bertanya lagi pada gurunya ..
"apa itu pernikahan ? bagaimana aku bisa menemukannya ?"

gurunya menjawab ,"ada hutan yang subur didepan sana .. berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja .. dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi , karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan .."

setelah menyusuri hutan , Plato kembali dan berkata pada gurunya .
"sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya , setelah menjelajah hampir setengah ladang gandum , ternyata aku kembali dengan tangan kosong . jadi pada kesempatan ini , aku lihat pohon ini , dan kurasa tidaklah buruk-buruk sekali .. jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini ... aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya ...''

gurunya pun kemudian menjawab ,"ya , itulah pernikahan ... pernikahan adalah kelanjutan dari cinta . adalah proses mendapatkan kesempatan , ketika kamu mencari yang terbaik di antara pilihan yang ada , maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya .. ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan , maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu , karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya .. jalani cinta dan pernikahanmu dengan tulus , niscaya kau akan merasakan kecukupan di dalamnya ..."


pesan moral :
mungkin kita yang hidup di zaman sekarang ini gak sebijak Plato atau gurunya dalam memaknai apa itu Cinta dan Pernikahan . tapi setidaknya , kita bisa memetik pelajaran dari mereka dan mungkin bisa jadi pedoman buat kita supaya bisa menghargai apa yang udah kita punya .. terlebih untuk urusan cinta dan pernikahan .

"if u can't have the one you love ,
love the one you have .."
-Plato-

Share this:

0 komentar:

Poskan Komentar