Agama Itu Ibarat Istri Tetangga

ini salah satu cerita ilustrasi favorit gue .. dulu beberapa tahun lalu dah gue share di notes facebook , dan ini gue copas lagi disini dengan beberapa editing kalimat supaya lebih enak dibaca . ini bukan buatan gue , dan maaf banget lupa sumber asli-nya darimana .happy reading~

di milis atau internet , kerap kita jumpai posting berbau agama . atau perdebatan yang menjurus pada perdebatan soal agama . kadang perdebatannya begitu panas .. sindir-menyindir atau ejek mengejek . buat saya itu menyedihkan . dan sering juga kita melihat ormas ini mengejek agama ini , dan sebaliknya .

saya teringat waktu lebih dari 15 tahun yang lalu belajar di Jogja . waktu itu , tiap rabu malam , saya dan teman" memilih nglurug ke patang puluhan , rumahnya Cak Nun . Cak Nun ini panggilan akrabnya penyair dan kiai mbeling Emha Ainun Nadjib.



kita bikin forum melingkar di situ . biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan , tapi juga ngobrolin soal keagamaan .. forum itu diprakarsai oleh Sanggar Shalahuddin . komandannya anak Solo , Nasution Wahyudi . Ini nama asli Jawa , gak ada hubungannya dengan Nasution yang dari Medan .

pesertanya juga tidak cuma mahasiswa atau pemuda yang beragama Islam .. pendek kata , pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar disitu . suatu malam , Cak Nun tanya pada kami di forum itu .

"anda semua punya tetangga ?" , tanya cak nun .

saya sebenarnya belum punya . tetapi saya anak kost , tentu saja kamar sebelah saya bisa disamakan dengan tetangga . tetangga kost . jadi saya ikut"-an saja menjawab ,"tentu saja punya" .

Cak Nun melanjutkan bertanya ,"punya istri gak tetangga anda ?"

sebagian hadirin menjawab ,"ya , punya dong" .

saya diam saja . rasanya tetangga kost saya bujangan semua .. kebanyakan jomblo . maklum anak desa . gak pede ngajak pacaran teman kampusnya . yang menarik adalah pertanyaan berikutnya ,"apakah anda pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu ? jari-jari kakinya lima atau tujuh ? mulus atau ada bekas korengnya ?" , lanjut Cak .

saya mulai kebingungan . gak ngeh sama arah pembicaraan Cak Nun . kebanyakan menjawab ,"tidak pernah memperhatikan Cak . Ono opo Cak ?"

Cak Nun gak peduli , dia tanya lagi ,"body-nya sexy gak ?"

kami tak lagi bisa menahan ketawa . geli deh . apalagi saya yang benar" tidak faham arah pembicaraan sang Kiai Mbeling itu . cuma Cak Nun yang tersenyum tipis . jawabannya bagus banget .. dan ini senantiasa saya ingat sampai hari ini . sebuah prinsip pergaulan untuk sebuah negeri yang memilih Pancasila .

"jadi ya begitu .. jari kakinya lima atau tujuh , ada koreng atau tidak , body-nya sexy atau tidak bukan urusan kita , kan ? tidak usah kita perhatikan , tak usah kita amati , tak usah kita dialog-kan , diskusikan atau perdebatkan . biarin saja .." , jelas Cak Nun .

"kenapa Cak ?" , salah satu teman bertanya penasaran .

"ya apa urusan kita ? nah , keyakinan keAGAMA-an orang lain itu ya ibarat istri tetangga . ndak usah diomong-omongkan , ndak usah dipersoalkan benar salahnya , mana yang lebih unggul atau apapun .. tentu , masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangga-nya , tapi cukuplah disimpan didalam hati saja .." . saya pun menangkap apa yang dia maksudkan . saya setuju dengan pandangan Cak Nun . dia melanjutkan serius ,

"bagi orang non-Islam , agama Islam dan lainnya itu salah . dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam . kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar ngapain dia jadi non-Islam ? demikian juga bagi orang Islam . agama lain itu salah , justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam . tapi , sebagaimana istri tetangga , itu disimpan saja didalam hati .. jangan diungkapkan , diperbandingkan , atau dijadikan bahan seminar apalagi pertengkaran . biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri , dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing , ndak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter , umpama-nya . dengan kata yang lebih jelas , teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan , biarkan masing-masing pada keyakinannya .." , lanjut Cak Nun .


mengasyikkan . saya kagum dibuatnya . Cak Nun terus berkata ,

"itu prinsip kita dalam memandang berbagai agama . sementara itu orang muslim yang istrinya mau melahirkan padahal ban motornya kempes , silahkan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit .. atau , Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misa-nya kehujanan , padahal waktunya mendesak , dia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhammadiyah .. atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha , kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya . begitu .." , kami semua terus menyimak paparan-nya .


"jadi ndak usah meributkan teologi agama orang lain . itu sama aja anda ngajak gelut tetangga anda . mana ada orang yang mau isterinya dibahas dan diomongin tanpa ujung pangkal .. tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama , warga berbagai parpol , golongan , aliran , kelompok , atau apapun , silahkan bekerja sama di bidang usaha perekonomian , sosial , kebudayaan , sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing . kerjasama itu dilakukan bisa dengan memperbaiki pagar bersama-sama , bisa gugur gunung membersihkan kampung , bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama .. tidak ada masalah lurahnya Muslim , cariknya Katolik , kamituwo-nya Hindu , kebayan-nya Gatholoco , atau apapun . itulah lingkaran tulus hati dengan hati . itulah maiyah .." , ujarnya .

ketika mengatakan itu nada Cak Nun datar , nyaris tanpa emosi , tapi serius dan dalam . saya menyimaknya sungguh" . dan saya catat baik" dalam hati saya ..

sayangnya....
dunia memang tidak ideal . di Ambon dan Palu , misalnya saya lihat terlalu banyak orang usil mengurusi istri tetangganya . begitu juga di berbagai tempat di dunia ...
di Bosnia , atau yang paling baru di Irak , Afghanistan , dan Palestina .
akibatnya ya perang dan hancur"-an .
menyedihkan .. sangat menyedihkan .

"spirituality doesn't come from religion .
it comes from our soul .."
-Anthony Douglas- 

Share this:

0 komentar:

Poskan Komentar