Ibu ..

*copas = cantumkan sumber .
if u don't want someone to copy your content ,
so don't copy others and make it yours .
show your respect*

ibu. ya, ibu .. orang yang sudah 9 bulan bersusah payah untuk melahirkan kita ..


air mata nya adalah air mata kehidupan ..
di bawah telapak kaki nya adalah surga ..
ridho nya adalah ridho Allah ..
hanya kepada ibu kamu bisa menangis terisak tanpa make-up , belum mandi , badan bau , karna ibu menerima-mu apa ada nya ..
tetapi , walau kita sudah menyadari perjuangan dan pengorbanan ibu untuk melahirkan kita , terkadang kita masih saja tega membentak , mengacuhkan nasehatnya , bahkan sampai membuatnya meneteskan air mata ..
wajar jika ibu-mu melakukan kesalahan terhadapmu , mereka juga
manusia kan ? yang tidak wajar adalah jika kamu menyakiti hatinya
berulang kali , membentak , membantah , apalagi membandingkan dirinya dengan ibu" dari teman-mu sendiri yang kamu anggap lebih baik ..
begitu senang sampai menangis beliau melihat kamu pertama kali lahir
ke dunia , tetapi sekarang mengapa kamu begitu senang membuatnya menangis dalam hati ?
kamu merasa sudah dewasa .. sudah besar .. sudah bisa mandiri sehingga merasa tidak perlu lagi menerima nasehat dari ibu-mu ..
meski kamu sudah besar , bukan berarti ibu mu tidak boleh
mengatur hidupmu , karna usia tak menjamin keselamatanmu ..


karena baginya anak adalah prioritas & anugerah dari yang Maha
Kuasa , bahagia luar biasa melihatmu lahir ke dunia , tak ada yang mampu menandingi nya ..
ketika kamu kecil , ibu kurang istirahat karena mengurusi kamu ..
membersihkan kotoran , memandikan , mengajarkan berbicara , berjalan , dsb ..
apa balasanmu sekarang ? sudah sepantasnya kamu yang mengurus ibu mu , karna dia telah menua ..
apa harus menunggu ibu mu terbaring di kuburan dulu baru janji menjadi anak baik ?
jangan suka menunda , umur tiada yg tau ..


ketika kamu membentak atau menyakiti hati ibu , pernah tidak terbesit di pikiran kalau ibu kamu kemudian membatin ,"begitu bahagia aku mendengarmu menangis saat pertama kali kelahiranmu , tapi mengapa sekarang kamu begitu senang membuatku menangis dalam hati?"
kamu pikir kamu besar sampai sekarang ini karna siapa ? waktu lahir bisa jalan sendiri ? langsung bisa membersihkan kotoran & mandi sendiri ? tidak , semua ibu yg urus ..
ibu yang terlalu banyak mengatur kamu bukan berarti beliau cerewet , tapi ibu tegas dalam mendidik & melindungi supaya kamu tau kerasnya dunia itu bagaimana ..
tapi kamu sering melanggar , membantah , bahkan membentak ..
pernah berfikir tidak ibu kamu nangis dalam hati ?
mestinya senang memiliki ibu yg rewel untuk melarang kamu ini itu ..
coba kamu tanya ke anak yatim piatu , pernah mereka dapat kasih sayang orang tua ?
jangankan kasih sayang , rewel-an dari ibu saja mungkin mereka dambakan ..


ayah kurang tidur supaya anaknya tidak kurang makan ..
ibu kurang istirahat supaya anaknya tidak kurang kasih sayang ..
balasan kamu apa ? selalu kurang & kurang ajar ..
dikasih nexian , minta-nya BB ..
dikasih laptop , minta-nya Ipad ..
dikasih motor , minta-nya mobil ..
dikasih 10 ribu , minta-nya 100 ribu ..
liat rambut ayah & ibu kamu tuh , udah ada ubannya ?
kulitnya mulai keriput kan ?
umurnya makin bertambah ..
sudah bikin mereka senyum bangga dengan kamu belum ?
menunggu ayah & ibu terkapar lemah baru janji jadi anak baik ?
jangan suka menunggu , selagi mereka masih sehat cepat bahagiakan ..
tidak usah dengan belikan rumah , naikkan haji , belikan mobil , dll ..
cukup hargai mereka , dengar semua nasihatnya , senyum kecil dari mreka sama dengan sejuta makna buat hidup kamu ..
menaikkan mereka haji , membelikan rumah , itu mereka anggap hanya bonus dari kamu ..


dan ingat ,
jangan suka menduakan ibu dengan orang yang kamu sayang ..
jangan karena membela pacar , kamu tega menyakiti hati ibu-mu ..
jangan karena membela pacar , kamu menulis kata" makian di media social yang ditujukan untuk ibu-mu ..
jangan karena membela pacar , kamu sampai pergi dari rumah dan menginap di rumah sahabatmu ..
harus selalu kamu ingat , kotoran kamu dibersihkan ibumu tanpa rasa jijik sekalipun ..
pacar dan sahabatmu , apa mau ?
tidak pernah dan tidak akan mau , karena mereka bukan ibu-mu , dan hanya cinta ibu yang tidak pernah menyakitimu ..
silahkan minggat dari rumah , lupakan ibu-mu jika kamu ingin hidup bebas ..
tapi , jangan kaget saat pulang kerumah sudah ada bendera kuning depan rumah , dan ternyata itu adalah ibu-mu yang siap di makamkan ..
tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita pulang ....
tak ada lagi senyum indah melihat kita bahagia ..
tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendoakan kita disetiap hembusan nafasnya ..
yang ada hanya kamar kosong tiada penghuninya ..
yang ada hanya baju yang tergantung di lemari kamarnya ..


ingatlah ibumu walau seberapapun jauh kamu dengannya ..
walau seberapapun sibuknya kamu ..
walau seberapapun banyak yang kamu pikirkan ..
karena ibu makhluk Tuhan yang selalu mengingatmu walau sejauh apapun kamu dengannya ..
walau sebanyak apapun kesibukannya ..
walau sebanyak apapun beban pikirannya ..
karena ibu makhluk Tuhan yang selalu mendoakanmu disempat dan sempitnya ..
disenang dan susahnya ..
dimalam dan siangnya ..
dialah ibu , yang mencintaimu lebih dari dirinya sendiri ..
ayah .. ibu ..
maafkan anakmu yang sampai saat ini
belum mampu membahagiakan kalian .
dulu , aku selalu menguras jerih payah kalian ..
dan sampai saat ini , aku belum mampu
membuat kalian tersenyum bahagia .
sekarang au sadar , begitu banyak
pengorbanan kalian yang sampai saat ini
belum bisa ku kembalikan ..
ayah .. jangan bersedih ....
ibu .. maafkan anakmu ....
aku janji suatu saat aku akan bahagiakan kalian ..
ya Allah ...
berikanlah hambamu ini rezeki yang halal ,
agar aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku
sebelum mereka menutup mata ..
ya Allah ...
ampunilah dosa-dosa kedua orang tuaku ..
lindungilah mereka dimanapun mereka berada ..
berikan kesehatan untuk kedua orang tuaku ..
angkatlah segala macam penyakit dalam dirinya ..
amin ....

"“dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (orang tuamu) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah ,"Wahai Tuhanku , kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”"
-[QS.Al-Isra 17:24]-

Share this:

0 komentar:

Poskan Komentar